Sulthon · blog

Instalasi Arch Linux - Pengalaman Pribadi

CategoriesTutorial

Dokumentasi: Instalasi Arch Linux (versi singkat dan mudah dibaca)

Panduan ini adalah catatan pengalaman saya saat menginstal Arch Linux di lingkungan virtual. Instalasi yang Anda lakukan bisa berbeda bergantung pada perangkat dan konfigurasi. Selalu utamakan membaca dokumentasi resmi Arch Linux di: https://wiki.archlinux.org/title/Installation_guide

Panduan ini mencakup:

  • Langkah-langkah utama dari boot live environment sampai partisi disk.
  • Contoh perintah yang sering dipakai.
  • Tips singkat untuk setiap tahapan.

Jika Anda baru pada Arch: siapkan waktu, baca perlahan, dan jangan ragu cari referensi tambahan di wiki Arch.


1. Masuk ke live environment

Boot dari media instalasi (ISO) dan masuk ke live environment. Di sini Anda akan menjalankan semua perintah instalasi.


2. Atur layout keyboard dan font konsol

Periksa daftar keymaps yang tersedia:

Terminal window
localectl list-keymaps

Contoh: pakai layout us:

Terminal window
loadkeys us

Jika ingin ukuran font konsol lebih besar (opsional), lihat dokumentasi Console fonts. Contoh mengganti font:

Terminal window
setfont ter-132b

Catatan: mengganti font hanya memengaruhi tampilan di konsol, bukan lingkungan grafis.


3. Verifikasi mode boot (UEFI atau BIOS)

Periksa apakah sistem boot dalam mode UEFI atau BIOS:

Terminal window
cat /sys/firmware/efi/fw_platform_size

Interpretasi hasil:

  • Mengembalikan 64 → sedang boot dalam mode UEFI 64-bit.
  • Mengembalikan 32 → UEFI 32-bit (jarang dan bisa membatasi pilihan boot loader).
  • Mengembalikan No such file or directory → kemungkinan boot lewat BIOS/CSM.

Jika mode boot bukan yang Anda inginkan, cek manual motherboard/VM untuk mengubah pengaturan boot.


4. Sambungkan ke internet

Langkah-langkah umum untuk membuat koneksi di live environment:

  1. Pastikan interface jaringan terdeteksi:
Terminal window
ip link
  1. Untuk perangkat nirkabel: pastikan tidak diblokir oleh rfkill (cek jika perlu).
  2. Sambungkan:
    • Ethernet: cukup colok kabel.
    • Wi‑Fi: gunakan iwctl atau tool lain untuk autentikasi.
    • Modem seluler: gunakan mmcli jika diperlukan.
  3. Konfigurasi IP:
    • DHCP umumnya bekerja otomatis (systemd-networkd / systemd-resolved).
    • Untuk IP statis, ikuti panduan konfigurasi jaringan di wiki Arch.
  4. Verifikasi koneksi dengan ping:
Terminal window
ping -c 4 ping.archlinux.org

Catatan: gunakan Ctrl+C untuk menghentikan ping jika perlu.


5. Perbarui waktu sistem

Pastikan jam sistem akurat sebelum menginstal:

Terminal window
timedatectl set-ntp true
timedatectl status

Mengaktifkan NTP (jika tersedia) membantu menghindari masalah ketika membuat partisi terenkripsi atau mengatur sertifikat.


6. Partisi disk

Saat live system mengenali disk, perangkat block akan muncul seperti /dev/sda, /dev/nvme0n1, atau /dev/mmcblk0.

Lihat daftar disk dan partisi:

Terminal window
fdisk -l

Tampilkan pohon block devices:

Terminal window
lsblk

Untuk membuat atau mengubah partisi, gunakan alat partisi seperti fdisk, cfdisk, atau parted. Contoh menjalankan fdisk:

Terminal window
fdisk /dev/sdX

Ganti /dev/sdX dengan nama disk yang ingin Anda partisi (mis. /dev/sda atau /dev/nvme0n1).

Tips singkat:

  • Jika menggunakan UEFI: buat partisi EFI (biasanya FAT32, ~300–512 MiB) dengan flag boot/esp.
  • Untuk instalasi standar tanpa enkripsi: buat partisi root (/) dan (opsional) swap atau home.
  • Pertimbangkan menggunakan LVM atau enkripsi (LUKS) kalau perlu keamanan atau fleksibilitas.

7. Langkah selanjutnya (ringkasan)

Setelah partisi selesai, langkah umum berikutnya biasanya meliputi:

  1. Membuat filesystem (mis. mkfs.fat -F32 /dev/sdX1, mkfs.ext4 /dev/sdX2).
  2. Mount partisi ke /mnt.
  3. Instal paket dasar (pacstrap /mnt base linux linux-firmware).
  4. Konfigurasi fstab (genfstab -U /mnt >> /mnt/etc/fstab).
  5. Chroot ke sistem baru (arch-chroot /mnt) dan lanjutkan konfigurasi (timezone, locale, pengguna, boot loader).

Untuk detail lengkap masing-masing tahapan di atas, ikuti panduan resmi: https://wiki.archlinux.org/title/Installation_guide


8. Referensi dan sumber